Persebaran Sumber Daya Alam

PERSEBARAN SUMBER DAYA ALAM

Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui (Renewable Resuorces) meliputi Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan.

 

  1. Peternakan

Peternakan adalah kegiatan memelihara dan mengembangbiakkan hewan yang berguna untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia. Keberadaan sektor peternakan sangat ditentukan oleh ketersediaan pakan, bibit, manajemen, dan kesehatan hewan, serta inovasi teknologi. Di Indonesia peternakan tidak dikelompokkan berdasarkan ukuran usahanya, melainkan berdasarkan jenis hewan yang dipelihara.

  1. Jenis Peternakan Di Indonesia

Sektor peternakan berdasarkan jenis sumber daya hewan yang dikembangkan dibagi ke dalam tiga kelompok yaitu, peternakan hewan besar, peternakan hewan kecil, peternakan hewan unggas.

  • Peternakan hewan besar

Peternakan hewan besar adalah peternakan yang memelihara hewan yang berukuran besar, misalnya kerbau, sapi, dan kuda.

  1. Sapi

Peternakan sapi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga perekonomian nasional meningkat. Jenis sapi terdiri atas dua kelompok,yaitu sapi potong dan sapi perah. Sapi dapat diambil daging, susu,dan kulitnya. Banyak sekali upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas sapi, yaitu kawin suntik, sapi unggul, dan memberantas berbagai penyakit ternak. Sapi potong banyak terdapat didaerah dataran panas berupa padang pengembalaan, sedangkan sapi perah banyak terdapat didaerah pegunungan yang iklimnya sejuk. Sapi banyak dikembangkan di daerah seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Nanggro Aceh Darussalam.

  1. Kerbau

Kerbau dimanfaatkan untuk mengolah lahan pertanian. Pada masyarakat Toraja, kerbau digunakan untuk keperluan adat, seperti pada upacara penguburan mayat. Kerbau banyak dipelihara di Jawa Barat Jawa Tengah, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, dan Aceh.

  1. Kuda

Kuda digunakan untuk sarana transportasi. Selain itu, kuda dapat diambil daging dan susunya. Di Indonesia peternakan kuda terdapat di daerah Sumbawa, Flores, Timor, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Tapanuli, dan Sumatra Utara. Daerah Sumbawa merupakan daerah yang terkenal dengan susu kuda liar yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

  • Peternakan hewan kecil

Selain dari peternakan hewan besar ada pula peternakan hewan kecil. Peternakan hewan kecil adalah peternakan yang memelihara hewan yang berukuran kecil.

Hewan jenis ternak kecil terdiri atas domba (biri-biri), kambing, dan babi.

  1. Kambing dan domba (biri-biri)

Kambing dan domba tidak diternakkan secara meluas, tetapi terdapat dikampung-kampung. Kambing dapat diambil daging nya, dan domba dapat diambil bulunya. Bulu domba merupakan bahan baku untuk kain wol yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Kotoran kambing sangat bagus untuk dijadikan sebagai pupuk kandang. Peternak kambing banyak terdapat di daerah Jawa dan Madura. Sedangkan peternak domba terdapat di Jawa Barat.

  1. Babi

Babi dapat diambil daging dan kulitnya. Pada masyarakat Papua, babi sering digunakan untuk keperluan adat, seperti upacara pernikahan atau perayaan kemenangan perang. Babi banyak diternakkan di daerah Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

  • Peternakan hewan unggas

Peternakan hewan unggas merupakan kegiatan pemeliharaan hewan ternak bersayap dan berkaki dua, seperti ayam, itik, dan burung. Ternak ayam bertujuan untuk diambil dagingnya atau untuk dijual sehingga dapat dijadikan tambahan pendapatan keluarga.terdapat dua jenis ayam ras, yaitu ras petelur dan pedaging. Ayam petelur yaitu ayam yang menghasilkan telur tanpa harus melalui proses pembuahan terlebih dahulu. Ayam pedaging pengolahannya mudah dengan biaya yang murah dan cepat yang menghasilkan keuntungan.

Dalam peternakan hewan unggas, biasanya terdapat penyakit berbahaya dalam perkembangbiakannya, yaitu flu burung. Flu burung adalah penyakit menular pada unggas yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Virus ini juga dapat menyerang hewan lainnya dan juga dapat menyerang manusia sehingga dapat menyebabkan kematian.

Selain itu, peternakan itik dan burung puyuh banyak diternakkan di Indonesia.itik dapat diambil daging dan telurnya. Telur itik banyak yang dijual dalam bentuk yang sudah diolah, yaitu telur asin, sedangkan burung puyuh dapat diambil telurnya.

  1. Permasalahan dibidang peternakan

Permasalahan yang sering ditemukan dibidang peternakan khususnya di Indonesia antara lain adalah:

  • Kurangnya pengetahuan penduduk dalam beternak yang baik
  • Terbatasnya jumlah modal
  • Peternakan masih dijadikan sebagai usaha sampingan
  • Persediaan bibit unggul dengan kualitas yang baik kurang memadai
  • Teknologi peternakan yang masih bersifat sederhana
  • Kurangnya tenaga ahli dalam bidang peternakan
  • Kurangnya penyuluhan kepada masyarakat dalam bidang ternak
  • Kurangnya industri pengawetan hasil ternak
  • Menyebarnya wabah penyakit seperti tetelo, flu burung, dan antraks
  • Kurangnya kerja sama antara pihak swasta dan peternak.
  1. Upaya untuk mengatasi permasalahan di bidang peternakan
  • Memberikan penyuluhan secara berkala kepada peternak
  • Menyediakan pakan ternak yang bermutu
  • Memberikan bantuan modal kapada peternak
  • Memberantas wabah penyakit ternak sedini mungkin
  • Memdirikan dan mengaktifkan balai penyelidikan kesehatan ternak
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas pada hewan ternak
  • Mendatangkan mesin pengawet untuk mengawetkan daging dan susu
  • Mendatangkan jenis bibit ternak unggul dengan kualitas yang baik
  • Menjalin kerja sama yang baik antara pihak swasta dan peternak
  • Meningkatkan distribusi makanan dan obat-obatan.
  1. Perikanan

Perikanan adalah kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dari mulai

penangkapan, produksi, sampai dengan pemasarannya. Indonesia yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia sehingga memiliki potensi kekayaan laut yang besar. Menurut data dari Departemen Kelautan dan Perikanan, potensi perikanan laut di Indonesia terdiri atas perikanan pelagis dan demersal yang tersebar hamper disemua bagian laut Indonesia.seperti di perairan territorial, laut Nusantara, dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Suatu kawasan perairan laut akan mempunyai daya tarik bagi ikan, asalkan memenuhi beberapa syarat.

Pengawasan pada sumber daya perikanan perlu dilakukan karena berbagai alasan, diantaranya adalah ikan laut merupakan sumber daya milik umum sehingga siapa saja dapat mengambilnya. Teknologi penangkapan ikan yang tidak sesuai akan membunuh ikan-ikan lain yang belum siap diambil. Indonesia merupakan suatu negara yang terdiri atas beribu-ribu pulau dan mempunyai laut yang luas sehingga sumber daya alam lautnya sangat kaya. Selain itu, ikan merupakan sumber protein yang sangat baik dan penting bagi manusia.

  1. Jenis Perikanan di Indonesia

Jenis perikanan yang umumnya dilakukan oleh penduduk di Indonesia terbagi dalam dua kelompok besar yaitu perikanan laut dan perikanan darat.

https://image.slidesharecdn.com/materireviewutsgenapshare-150302224337-conversion-gate01/95/materi-review-uts-genap-7-638.jpg?cb=1425336506

  • Perikanan Laut

Perikanan laut adalah usaha penangkapan ikan di laut yang dilakukan diperairan pantai atau tengah laut. Lautan di Indonesia memiliki potensi ikan yang besar untuk kesejahteraan rakyat di Indonesia.

Hasil perikanan laut antara lain adalah:

  1. Kepiting, penyu, rajungan, remis (kerang), kerang mutiara, teripang dan berbagai jenis udang.
  2. Kerang mutiara banyak terdapat diperairan Maluku, terutama Kepulauan Aru.
  3. Teripang terdapat di Laut Maluku dan Penyu banyak terdapat di Pantai Kalimantan Timur, Jawa Timur, dan Maluku.
  4. Rumput laut merupakan bahan pembuat agar-agar yang ditemukan di perairan Kepulauan seribu, Pelabuhan Ratu, Pantai Baron, Lombok, dan Sumbawa.

Pada kawasan perairan laut terdapat potensi yang cukup besar yaitu kawasan pesisir. Kawasan pesisir dapat dimanfaatkan sebagai kawasan budidaya, seperti pertambakan, sistem keramba jaring apung atau keramba sistem jaring tancap.

Pemilihan lokasi wilayah pesisir sebagai daerah budidaya agar berproduksi optimal dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

  • Perairan tenang terlindung dari arus dan gelombang yang cukup kuat.
  • Kedalaman perairan 5-15m.
  • Dasar perairan sebaiknya sesuai dengan habitat asli ikan yang akan dibudidayakan.
  • Bebas dari bahan pencemaran serta lokasi budidaya aman dari tindak pencurian dan penjarahan.
  • Mudah dicapai dari darat dan dari tempat pemasok sarana produksi budidaya.
  • Memenuhi syarat kualitas air dari segi fisik dan kimia.

Beberapa masalah yang dihadapi dalam kegiatan perikanan laut sebagai berikut:

  • Alat tradisional
  • Pencemaran laut dan perusakan laut akibat aktivitas industri, minyak, dan lain-lain yang dapat merusak populasi ikan
  • Musim ikan kurang menjamin kontinuitas suplay ikan untuk konsumen rakyat maupun industri pengawetan ikan.
  • Tingginya keanekaragaman jenis ikan, tetapi populasi setiap jenis ikan relatif kecil.
  • Perikanan darat

Perikanan darat adalah usaha pembudidayaan dan penangkapan ikan disungai, danau, waduk, rawa, sawah, dan tambak.

Usaha penangkapan atau pembudidayaan dan penangkapan ikan diperairan darat dilakukan di dua tempat yaitu air tawar dan air tawar.

  1. Air tawar

Penangkapan ikan di air tawar dilakukan di sungai, danau, rawa, dan waduk, jenis ikan yang dipelihara, antara lain ikan sepat, mujahir, gurame, gabus, tawes, dan belut, pembudidayaan ikan air tawar dilakukan di kolam, keramba, dan sawah.pembudidayaan ikan dikolam biasanya digunakan untuk konsumsi dan pembibitan, sedangkan pembudidayaaan ikan dikeramba biasanya khusus untuk dikonsumsi.daerah yang memiliki perikanan air tawar yang banyak yaitu daerah Jawa Barat.

  1. Air payau

Air payau adalahcampuran dari air laut dan air tawar. Ikan yang dibudidayakan di air payau adalah ikan bandeng, belanak, boso, gelodok,janjan dan jenis udang. Saat ini jenis udang yang banyak dibudidayakan adalah udang windu. Udang ini dibudidayakan dalam jumlah yang besar untuk tujuan ekspor.

Hasil perikanan sangat bermanfaat bagi manusia diantaranya:

  • Sebagai bahan makanan yang banyak mengandung zat putih telur dan protein hewani.
  • Sisa-sisa ikan basah dan kering dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk tanaman
  • Ikan yang hidup di air tawar dapat membunuh jentik-jentik nyamuk malaria
  • Ikan yang memiliki bentuk yang indah dapat dijadikan hiasan di akuarium
  • Sebagai sumber penghasilan bagi para nelayan
  1. Permasalahan dibidang perikanan
  • Kurangnya pengetahuan nelayan tentang perikanan dan peralatan yang digunakan untuk menangkap ikan pun masih relatif sederhana
  • Sistem penangkapan ikan kurang memperhatikan lingkungan sekitar
  • Proses pengolahan hasil ikan masih sederhana
  • Rendahnya modal yang dimiliki nelayan
  • Banyak nelayan yang tarif ekonominya rendah
  1. Upaya Mengatasi Permasalahan di Bidang Perikanan

Untuk mengatasi permasalahan di bidang perikanan, pemerintah bersama instansi terkait mengupayakan langkah-langkah seperti berikut:

  • Memberikan bantuan modal kepada nelayan
  • Memberikan penyuluhan kepada para nelayan
  • Membuat peraturan yang melarang penangkapan ikan dengan racun, bahan peledak, kapal trawl dan pukat harimau
  • Mendirikan Tempat Pelelangan Ikan
  • Mendirikan lembaga pendidikan dan penelitian dibidang perikanan dan kelautan.
  1. Kehutanan

Pada awalnya hutan merupakan ekosistem natural yang telah mencapai keseimbangan klimaks dan merupakan komunitas tumbuhan yang paling besar. Hutan menghasilkan berbagai jenis kayu, seperti kayu jati, kayu ulin, kayu pinus, meranti, kamper, kruing, kayu besi, kayu hitam, dan berbagai jenis kayu lainnya.

Berdasarkan faktor iklim, hutan di Indonesia dikelompokkan menjadi:

  • Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis merupakan hutan yang terdapat pada daerah tropis dengan curah hujan yang sangat tinggi. Fungsi hutan ini sebagai paru-paru dunia, terdapat di Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

  • Hutan Monsun

Hutan monsun merupakan daerah yang mempunyai curah hujan yang cukup tinggi, tetapi mempunyai musim kemarau yang panjang. Pada saat musim kemarau biasanya hutan ini menggugurkan daunnya. Daerah yang terdapat hutan monsun antara lain Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kekayaan sumber daya hutan di Indonesia banyak sekali manfaatnya. Hasil hutan dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

  1. Hasil hutan kayu

Jenis kayu yang dihasilkan hutan Indonesia antara lain sebagai berikut:

  1. Agathis

Agathis disebut juga damar putih. Agathis merupakan kayu yang berlemak, memiliki sifat berat,bulat, dan dari luar berwarna keabu-abuan dengan sedikit merah. Kayu ini dimanfaatkan untuk membuat tangkai pisau dan keris. Penghasil kayu ini terdapat didaerah Maluku, Sumatera, Bangka, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

  1. Bakau

Manfaat kayu bakau yaitu sebagai bahan bangunan, kayu bakar, arang, dan bahan kertas komputer. Hutan bakau terdapat didaerah Pantai Timur Sumatera, Pantai Barat dan Pantai Timur Kalimantan, serta Pantai Selatan Papua.

  1. Kruing

Jenis kruing antara lain kruing minyak, batu, bunga, dank ruing bulu. Kruing bunga bermanfaat untuk bangunan, bantalan rel kereta api, dan papan geladak.

  1. Ulin

Kayu ini disebut juga kayu besi. Kayu ulin merupakan jenis kayu yang paling berat, paling keras dan paling awet. Pemanfaatan kayu ini yaitu untuk bangunan pelabuhan, bantalan rel kereta api, dek jembatan,uang pancang, bangunan pintu air,dan atap bangunan. Penghasil kayu ulin yaitu hutan Sumatra dan Kalimantan.

  1. Jati

Kayu ini termasuk kayu yang berkalitas bagus, sehingga dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan,bantalan rel kereta api, bahan pembuat kapal, serta lapisan bawah dari pelat panser pada kapal-kapal perang. Hutan penghsil kayu jati antara lain Jawa Tengah,Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Tenggara.

  1. Ramin

Kayu ramin banyak dihasilkan dari hutan rawa gambut didaerah Pantai Timur Sumatera, Pantai barat Sumatera, Pantai Selatan, dan Pantai Timur Kalimantan.

  1. Meranti

Terdapat jenis meranti merah dan meranti putih. Kayu ini dimanfaatkan untuk papan lantai dan papan pati emas. Hutan penghasil meranti antara lain hutan di Sumatera dan Kalimantan.

  1. Hasil hutan non-kayu

Jenis-jenis hasil hutan yang bukan kayu antara lain:

  1. Rotan, dimanfaatkan untuk perabot rumah dan bahan barang kerajinan. Rotan banyak dihasilkan didaerah Suamtera, Sulawesi, dan Kalimantan.
  2. Dammar, merupakan getah keras dari bermacam-macam pohon. Kegunaan damar yaitu sebagai bahan untuk industri sabun, cat, vernis, dan industri farmasi lainnya.
  3. Kapur barus, merupakan Kristal-kristal kecil dalam lekah-lekah pohon kapur. Kapur barus bermanfaat dibidang obat-obatan dan sebagai bau-bauan
  4. Kemenyan, terdiri dari kemenyan hitam dan putih. Kemenyan dimanfaatkan untuk upacara adat dan bahan campuran rokok.
  5. Gambir, berasal dari getah perasan daun gambir yang diolah hingga menjadi kristal-kristal keras berbentuk kue mirip uang belanda. Gambir digunakan untuk bahan-bahan penyamakan kulit, penjernihan bir, dan campuran obat.
  6. Kopal, berasal dari pohon agathis yang digunakan untuk pabrik-pabrik vernis.
  7. Gondorukem, disebut juga getah tanah karena berasal dari getah pohon yang sudah memfosil dalam tanah. Hasil hutan ini bermanfaat untuk bahan pelitur dan cat agar mengkilat.
  8. Terpentin, adalah minyak hasil penyulingan getah dari kulit dan kayu pohon pinus. Manfaatnya untuk bahan pengencer cat dan tinta.
  9. Bambu, kegunaan bahan ini antara lain sebagai bahan bangunan rumah dan bahan baku kerajinan.
  10. Sutra alam, usaha pesutraan alam menghasilkan kepompong, yaitu bahan baku benang sutra. Benang sutra bernilai ekonomi yang tinggi.
  11. Minyak kayu putih, berasal dari daun pohon eucalyptus, pohon ini tersebar diseluruh Indonesia.pada umumnya minyak kayu putih bermanfaat sebagai obat luar berbagai penyakit, seperti pelemas otot, kejang, mulas perut, dan sakit kepala.
  12. Madu, merupakan hasil usaha untuk meningkatkan hasil hutan non-kayu. Usaha ini dilakukan di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

SUMBER :reyhan, 2015. persebaran sumber daya alam. diakses tanggal 03 0oktober 2017.www.mikirbae.com/2015/03/persebaran-sumber-daya-alam.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s